biMBA-AIUEO Soccer School

Latihan biMBA AIUEO SS di Stadion VIJ: 28 Siswa dari U-9 hingga U-15 Tempa Diri Bersama

Stadion VIJ – Ada sesuatu yang istimewa dari aroma rumput segar yang baru dipotong, dari suara sepatu bola yang beradu dengan tanah lapangan, dan dari teriakan-teriakan kecil penuh semangat yang memecah keheningan sore. Di Stadion VIJ, Jumat sore 27 Maret 2026, semua itu hadir bersama dalam satu harmoni yang indah — sebuah sinfoni sepak bola muda yang terus tumbuh, terus berdetak, dan terus bernyawa.

Dua puluh delapan siswa dari berbagai kelompok usia berkumpul di salah satu stadion bersejarah di Jakarta. Mereka datang dengan tas olahraga di punggung, semangat di dada, dan mimpi-mimpi besar yang masih terus dirajut. Tidak ada yang terlalu muda untuk belajar. Tidak ada yang terlalu kecil untuk bermimpi. Di bawah pengawasan tujuh orang tim pelatih yang berdedikasi, sore itu menjadi salah satu momen paling hidup dalam perjalanan panjang akademi sepak bola biMBA AIUEO SS.

Stadion VIJ bukan sekadar venue biasa. Dindingnya menyimpan sejarah panjang sepak bola Jakarta. Tribun-tribunnya pernah menjadi saksi bisu perjuangan para pesepak bola yang kini mungkin sudah menghiasi dunia olahraga profesional. Dan kini, giliran generasi baru — generasi kelahiran 2011 hingga 2018 — yang menapakkan kaki di atas tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan bermimpi dengan intensitas yang sama.


Mengenal Rumah Latihan: Stadion VIJ yang Penuh Karakter

Sebelum kita berbicara tentang para pemain muda yang bertaruh keringat sore itu, ada baiknya kita mengenal lebih dekat tempat mereka berlatih. Stadion VIJ — yang akrab disebut sebagai kandang bersejarah sepak bola Betawi — berdiri dengan gagahnya di tengah hiruk pikuk Jakarta. Lapangan utamanya yang luas membentang hijau seperti permadani alami, dikelilingi oleh tribun yang meski sederhana, memancarkan aura historis yang tak terbantahkan.

Rumput lapangan VIJ memiliki tekstur yang familiar bagi para pemain yang sudah sering berlatih di sana. Tidak terlalu licin, tidak terlalu keras — seperti kanvas yang tepat untuk melukis setiap gerakan teknis. Bagi para pemain muda biMBA AIUEO SS, lapangan ini bukan sekadar tempat berlari. Ini adalah ruang kelas terbuka di mana setiap dribble adalah pelajaran, setiap passing adalah ujian, dan setiap gol yang tercipta dalam sesi finishing adalah nilai sempurna yang diraih melalui kerja keras.

Sore itu, langit Jakarta yang kerap berubah-ubah moods-nya memilih untuk bersikap ramah. Awan tipis menyaring sinar matahari hingga menjadi kehangatan yang pas — tidak terlalu terik untuk menyengat kulit, tidak terlalu mendung untuk membuat suasana terasa suram. Angin sepoi-sepoi sesekali menyapu lapangan, seolah memberikan semangat kepada para pemain kecil yang berlarian dengan penuh gairah.


28 Mimpi, Satu Tujuan: Peta Kekuatan Latihan Sore Ini

Jumlah 28 siswa yang hadir pada sore itu mungkin terdengar sederhana di telinga mereka yang tidak mengenal dunia akademi sepak bola. Namun bagi Coach Dedy Doreis dan tim pelatih biMBA AIUEO SS, angka itu adalah representasi dari 28 keluarga yang mempercayakan masa depan anak-anak mereka kepada akademi ini. Dua puluh delapan harapan yang harus dijaga, dipupuk, dan diarahkan dengan penuh tanggung jawab.

Komposisi usia pada sesi latihan kali ini cukup beragam, mencakup tujuh kelompok usia berbeda yang masing-masing membawa karakteristik perkembangan yang unik:

Di kelompok termuda, seorang siswa U-9 kelahiran 2017-2018 hadir dengan segenap keceriaannya. Pada usia ini, sepak bola belum benar-benar tentang taktik atau strategi — ini tentang kesenangan, tentang rasa ingin tahu, tentang jatuh dan bangkit kembali sambil tersenyum. Melihat seorang anak sekecil itu berlari di lapangan yang terasa begitu luas baginya adalah pemandangan yang sekaligus mengharukan dan memotivasi.

Empat siswa U-10 kelahiran 2016 menjadi kelompok selanjutnya yang turut meramaikan sesi latihan. Di usia ini, koordinasi tangan dan kaki mulai membaik, kemampuan untuk memahami instruksi sederhana sudah lebih berkembang. Keempat siswa ini adalah kandidat potensial yang akan terus bertumbuh jika diberikan fondasi teknis yang tepat sejak dini.

Satu siswa U-11 kelahiran 2015 hadir mewakili kelompok usianya. Meski sendirian dalam kategorinya hari itu, semangat yang ditunjukkan tidak kalah dari mereka yang datang berombongan. Justru ada kemandirian dan ketangguhan tersendiri yang terpancar — kualitas yang akan sangat berharga dalam perjalanan panjangnya sebagai seorang pesepak bola muda.

Dua siswa U-12 kelahiran 2014 melengkapi barisan pemain yang semakin bertambah usianya. Di usia 11-12 tahun, permainan mulai berubah. Kecepatan berpikir mulai diuji, kemampuan membaca ruang mulai diperlukan, dan naluri bermain tim perlahan-lahan mulai terbentuk.

Lima siswa U-13 kelahiran 2013 hadir membawa energi dan determinasi yang khas usia transisi. Ini adalah usia di mana banyak pemain muda mulai menemukan identitas sepak bola mereka. Apakah mereka seorang gelandang kreatif yang senang mengalirkan bola? Atau striker instingtif yang selalu tahu ke mana bola akan datang? Atau mungkin seorang bek kokoh yang menemukan kesenangan dalam memutus serangan lawan?

Lima siswa U-14 kelahiran 2012 menjadi jembatan antara sepak bola anak-anak dan sepak bola remaja. Di kelompok usia ini, fisik mulai memainkan peran yang lebih signifikan. Namun di bawah filosofi biMBA AIUEO SS, fisik selalu harus berjalan beriringan dengan teknik dan pemahaman taktis yang baik.

Dan di barisan paling senior sore itu, sepuluh siswa U-15 kelahiran 2011 hadir sebagai kelompok terbesar dengan jumlah peserta terbanyak. Mereka adalah tulang punggung sesi latihan hari itu, para remaja yang sudah cukup dewasa untuk memahami konsep-konsep permainan yang lebih kompleks, namun masih memiliki keleluasaan untuk bereksperimen dan berkembang tanpa tekanan kompetisi elite.


Tim Pelatih: Tujuh Arsitek Masa Depan

Di balik setiap gerakan teknis yang dipoles, di balik setiap instruksi taktis yang diberikan, di balik setiap semangat yang dikompori — ada manusia-manusia luar biasa yang rela berdiri di bawah terik matahari sore demi satu misi mulia: mencetak pemain sepak bola yang tidak hanya berbakat, tetapi juga berkarakter.

Tujuh orang tim pendamping latihan — enam pelatih dan satu official — menjadi pilar utama yang menopang seluruh jalannya sesi pada sore itu. Dalam dunia akademi sepak bola, rasio pelatih terhadap pemain adalah salah satu indikator kualitas pembinaan. Dengan tujuh tenaga pendamping untuk 28 siswa, biMBA AIUEO SS memastikan bahwa setiap pemain mendapatkan perhatian yang proporsional, setiap kesalahan teknis dapat segera dikoreksi, dan setiap perkembangan individu dapat terpantau dengan baik.

Coach Dedy Doreis, sebagai kepala pelatih yang menjadi roh dari program pembinaan biMBA AIUEO SS, memimpin jalannya sesi dengan gaya khasnya — tegas namun hangat, demanding namun tetap memberi ruang untuk ekspresi. Dalam setiap instruksi yang beliau berikan, selalu ada lapisan pedagogis yang lebih dalam: bukan hanya tentang bagaimana menendang bola dengan benar, tetapi tentang mengapa disiplin itu penting, tentang bagaimana kerja keras hari ini akan berbuah manis di masa depan.

Para asisten pelatih yang mendampingi bergerak dengan lincah di antara kelompok-kelompok latihan yang berbeda. Mereka adalah perpanjangan tangan dari visi besar akademi — memastikan bahwa setiap cone yang dipasang memiliki tujuan, setiap drill yang dijalankan memiliki manfaat, dan setiap menit yang dihabiskan di lapangan berkontribusi pada perkembangan holistik sang pemain.

Sementara itu, sang official bertugas memastikan kelancaran operasional sesi latihan — dari persiapan perlengkapan, dokumentasi, hingga hal-hal administratif yang tidak terlihat namun sangat krusial. Mereka adalah pahlawan tanpa sorotan yang tanpa kehadiran mereka, mesin akademi tidak akan berputar dengan mulus.


Menu Latihan: Racikan Khusus yang Menyentuh Setiap Aspek Permainan

Satu hal yang membedakan akademi sepak bola berkualitas dari yang biasa-biasa saja adalah struktur sesi latihan yang terencana dengan matang. Di biMBA AIUEO SS, setiap sesi bukan sekadar “kumpul dan main” — ada menu latihan yang dirancang dengan mempertimbangkan usia, kemampuan, dan kebutuhan perkembangan setiap kelompok.

Sore itu di Stadion VIJ, menu latihan disusun dengan mempertimbangkan dua hal utama: keberagaman usia peserta dan efisiensi penggunaan ruang lapangan. Dengan tujuh kelompok usia berbeda yang harus difasilitasi dalam waktu bersamaan, dibutuhkan kreativitas dan pengalaman tinggi dari tim pelatih untuk merancang sesi yang produktif bagi semua.

Sesi Pembuka: Warming Up yang Bukan Sekadar Formalitas

Seperti sebuah konser yang dimulai dengan alunan pembuka yang mempersiapkan pendengar untuk pengalaman musikal yang lebih dalam, sesi latihan biMBA AIUEO SS selalu dimulai dengan pemanasan yang dirancang dengan purpose. Bukan sekadar berlari mengelilingi lapangan atau melakukan peregangan statis yang membosankan — pemanasan di sini adalah aktivitas yang sudah mengandung unsur teknis dan menyenangkan.

Para pemain bergerak dalam formasi yang terstruktur, melakukan berbagai gerakan yang mengaktifkan otot-otot utama yang akan bekerja keras selama sesi berlangsung. Dynamic stretching, agility ladder work ringan, dan passing pendek berpasangan menjadi menu pembuka yang melibatkan tubuh sekaligus mengaktifkan koneksi mental antara pemain dan bola.

Suasana saat warming up selalu menjadi salah satu momen paling ceria dalam setiap sesi latihan. Para pemain, terutama yang lebih muda, seolah belum bisa menyembunyikan kegembiraan mereka. Tawa kecil, celotehan, dan sesekali ocehan-ocehan yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola mengisi udara lapangan — namun itu semua adalah bagian dari proses. Kegembiraan adalah bahan bakar terbaik untuk pertumbuhan, dan tim pelatih biMBA AIUEO SS memahami hal ini dengan sangat baik.

Sesi Teknikal: Fondasi yang Dibangun Dengan Sabar

Setelah tubuh siap, sesi beralih ke latihan teknikal yang menjadi tulang punggung program pembinaan. Di sinilah perbedaan antara kelompok usia menjadi semakin terasa jelas dalam desain latihan.

Untuk kelompok U-9, U-10, dan U-11, fokus teknikal tertuju pada penguasaan bola dasar — first touch, passing pendek dengan kedua kaki, dan kontrol bola dalam berbagai situasi. Latihan-latihan ini dikemas dalam format yang menyerupai permainan sehingga para pemain muda tidak merasa sedang “belajar” dalam artian yang kaku. Mereka merasa sedang bermain, padahal tanpa disadari, otot-otot mereka sedang merekam pola-pola gerakan yang akan menjadi memori motorik berharga di masa depan.

Untuk kelompok U-12 dan U-13, menu teknikal naik level. Passing kombinasi dua sentuhan, gerakan tanpa bola (off-the-ball movement), dan pengenalan dasar pressing mulai diperkenalkan. Para pelatih dengan sabar mendemonstrasikan, meminta pemain untuk mencoba, kemudian memberikan koreksi yang spesifik dan konstruktif.

Kelompok U-14 mendapatkan menu yang semakin kompleks — simulasi situasi permainan nyata dalam bentuk drill-drill yang mengkombinasikan teknik, taktik, dan pengambilan keputusan cepat. Di sinilah kualitas coaching tim biMBA AIUEO SS paling terasa: kemampuan untuk menyederhanakan konsep yang kompleks menjadi instruksi yang mudah dipahami dan dipraktikkan.

Sementara sepuluh siswa U-15 yang menjadi kelompok terbesar mendapatkan menu paling intensif dan paling kaya variasi. Small-sided games dengan berbagai aturan modifikasi, positional play exercises, dan transisi cepat antara fase menyerang dan bertahan menjadi sajian utama yang membuat mereka terus berpikir dan terus bergerak.

Sesi Small-Sided Games: Di Mana Latihan Bertemu Kompetisi

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para pemain di setiap sesi latihan adalah small-sided games — permainan dalam format kecil yang mengkondisikan pemain untuk mengambil lebih banyak keputusan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan permainan 11 lawan 11.

Di lapangan Stadion VIJ sore itu, beberapa area permainan kecil dibuka secara bersamaan. Bunyi-bunyi khas yang hanya ada di sesi latihan sepak bola memenuhi udara: suara bola yang beradu dengan net, teriakan “Man on!” dari pemain yang memperingatkan rekan setimnya, instruksi-instruksi dari para pelatih yang terdengar tajam namun penuh kepedulian.

Small-sided games adalah laboratorium sepak bola yang sesungguhnya. Dalam format ini, setiap pemain tidak bisa bersembunyi. Setiap pemain dituntut untuk selalu terlibat, selalu bergerak, selalu berpikir. Dan justru tekanan produktif inilah yang mempercepat perkembangan pemain dengan cara yang paling organik.

Para pemain muda biMBA AIUEO SS menunjukkan berbagai karakter dalam sesi ini. Ada yang sudah memperlihatkan bakat alam yang menonjol — gerakan-gerakan intuitif yang sulit diajarkan, kemampuan membaca permainan yang jauh melampaui usianya. Ada pula yang masih dalam tahap membangun fondasi, membuat banyak kesalahan tetapi tidak pernah berhenti mencoba. Dan justru karakter yang kedua inilah yang seringkali paling dicintai oleh para pelatih yang berpengalaman — karena kerja keras yang konsisten akan selalu mengalahkan bakat yang tidak diasah.


Cermin Karakter: Apa yang Sesungguhnya Diajarkan di Lapangan

Sepak bola, dalam filosofi biMBA AIUEO SS, adalah medium. Bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membentuk manusia-manusia yang lebih baik. Setiap sesi latihan adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai yang akan relevan jauh melampaui masa bermain aktif para pemain muda ini.

Disiplin adalah nilai pertama yang selalu hadir dalam setiap aspek latihan. Datang tepat waktu bukan sekadar tentang menghormati jadwal — ini tentang belajar menghargai komitmen. Mengikuti instruksi pelatih bukan sekadar tentang kepatuhan — ini tentang memahami bahwa dalam tim, kepercayaan terhadap sistem adalah kunci keberhasilan bersama.

Resiliensi adalah nilai kedua yang diuji tanpa henti di lapangan hijau. Ketika seorang pemain U-10 gagal menyelesaikan sebuah drill teknikal untuk kelima kalinya, apa yang akan dia lakukan? Menyerah dan duduk di pinggir lapangan? Atau bangkit, menarik napas, dan mencoba sekali lagi dengan cara yang berbeda? Tim pelatih biMBA AIUEO SS selalu hadir di momen-momen seperti ini bukan untuk memberikan solusi instan, melainkan untuk mendampingi sang pemain dalam proses menemukan solusinya sendiri.

Kolaborasi adalah nilai ketiga yang menjadi fondasi dari seluruh program. Sepak bola adalah olahraga tim paling sempurna yang pernah diciptakan manusia. Tidak ada bintang individu yang bisa menang sendirian. Tidak ada pemain paling berbakat pun yang bisa mengalahkan tim yang solid dalam hal kerja sama. Pelajaran ini ditanamkan melalui desain latihan yang selalu menekankan interaksi, komunikasi, dan saling mendukung antar pemain.


Potret-Potret yang Tak Terlupakan

Dalam sebuah sesi latihan yang melibatkan 28 pemain dari berbagai usia, selalu ada momen-momen kecil yang memiliki nilai besar jika diamati dengan seksama.

Ada pemain U-9 yang baru pertama kalinya berhasil melakukan passing dengan kaki kiri dengan sempurna. Matanya berbinar, ia menoleh kepada pelatih terdekat dengan ekspresi yang seolah berkata, “Apakah Anda melihat itu?” Dan pelatih itu mengangguk sambil tersenyum — sebuah konfirmasi sederhana yang, bagi sang pemain kecil, terasa seperti standing ovation di stadion penuh.

Ada dua pemain U-12 yang dalam jeda singkat antara drill, duduk bersila di tepi lapangan, berdiskusi dengan serius tentang sesuatu — mungkin tentang teknik yang baru mereka pelajari, mungkin tentang strategi di permainan berikutnya, atau mungkin tentang tim favorit mereka. Momen itu adalah bukti bahwa sepak bola telah menjadi bahasa mereka, medium mereka untuk terhubung satu sama lain.

Ada seorang pemain U-15 yang terlihat frustasi setelah kehilangan bola beberapa kali dalam small-sided game. Ia berdiri sejenak, tangan di pinggang, menarik napas panjang. Kemudian, tanpa ada yang memintanya, ia kembali ke posisi dan bermain dengan intensitas yang justru lebih tinggi dari sebelumnya. Tidak ada drama, tidak ada keluhan berlebihan — hanya sebuah proses internalisasi yang diam-diam dan kemudian ledakan respons yang matang. Itulah mental seorang atlet sejati yang sedang tumbuh.

Dan di sela-sela semua itu, tim pelatih terus bergerak, terus mengamati, terus memberikan umpan balik. Mereka bukan sekadar instruktur teknis — mereka adalah mentor, motivator, dan kadang-kadang pendengar setia yang memahami bahwa seorang pemain muda membawa lebih dari sekadar kemampuan teknis ke lapangan. Mereka membawa suasana hati, membawa kisah dari rumah, membawa harapan yang kadang terlalu besar untuk ditampung oleh bahu-bahu kecil mereka.


Setelah Peluit Panjang: Cooling Down dan Refleksi

Saat matahari mulai condong ke barat dan bayangan para pemain memanjang di atas rumput Stadion VIJ, peluit panjang pelatih menandai berakhirnya sesi utama. Namun latihan sesungguhnya belum berakhir — masih ada sesi cooling down dan refleksi yang menjadi penutup yang tak kalah penting.

Para pemain dikumpulkan dalam lingkaran, duduk atau berdiri dalam formasi yang akrab bagi mereka. Coach Dedy Doreis — atau salah satu asisten pelatih yang mendapatkan giliran memimpin sesi penutup — berdiri di tengah, memandang wajah-wajah muda yang bersemu merah karena kelelahan yang menyenangkan.

Evaluasi singkat diberikan — bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengarahkan. Apa yang sudah berjalan baik hari ini? Apa yang masih perlu ditingkatkan? Bagian mana dari latihan yang paling terasa sulit? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan retorika — para pelatih benar-benar ingin mendengar jawaban dari para pemainnya, karena umpan balik dari sang pemain adalah data berharga yang membantu merancang sesi-sesi berikutnya menjadi lebih baik.

Sesi peregangan penutup dilakukan dengan tenang dan terstruktur. Otot-otot yang tadi bekerja keras diberi kesempatan untuk kembali ke kondisi rileks. Dan dalam ketenangan itulah, seringkali momen-momen terbaik terjadi — percakapan spontan antara pemain dan pelatih, canda ringan yang mempererat ikatan tim, atau sekadar keheningan bersama yang dipenuhi rasa puas karena satu sesi latihan lagi telah diselesaikan dengan sepenuh hati.

Ketika para pemain biMBA AIUEO SS meninggalkan Stadion VIJ sore itu — tas di punggung, seragam berkeringat, muka-muka lelah namun cerah — mereka mungkin tidak menyadari sepenuhnya betapa berharganya apa yang baru saja mereka alami.

Mereka tidak sekadar berlatih sepak bola. Mereka sedang belajar tentang hidup.

Satu siswa U-9 yang berlari-lari kecil di lapangan yang terasa begitu luas itu sedang belajar bahwa dunia memang besar, tetapi tidak perlu takut untuk mengeksplorasi setiap sudutnya. Empat siswa U-10 yang bersaing sehat satu sama lain dalam setiap drill sedang belajar bahwa persaingan yang sehat adalah bumbu terbaik untuk pertumbuhan. Satu siswa U-11 yang hadir sendirian untuk kategorinya sedang membuktikan bahwa kesendirian bukan alasan untuk tidak bersemangat. Dua siswa U-12 yang berdiskusi serius di pinggir lapangan sedang belajar bahwa komunikasi adalah senjata yang tidak kalah ampuh dari kaki yang terampil.

Lima siswa U-13 yang sedang menemukan identitas sepak bola mereka sedang belajar bahwa proses penemuan diri itu indah dan tidak perlu terburu-buru. Lima siswa U-14 yang bertarung keras dalam small-sided games sedang belajar bahwa kompetisi mengajarkan banyak hal yang tidak bisa diajarkan di ruang kelas manapun. Dan sepuluh siswa U-15 yang menjadi tulang punggung sesi hari itu sedang belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling keras berteriak, melainkan tentang siapa yang paling konsisten memberikan contoh.

Di Stadion VIJ, Jumat 27 Maret 2026, 28 pemain muda dan 7 orang tim pelatih biMBA AIUEO SS menulis satu halaman lagi dalam buku besar perjalanan akademi yang terus tumbuh. Halamannya mungkin tidak penuh dengan gol-gol spektakuler atau kemenangan dramatis di turnamen besar. Tapi halamannya penuh dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: keringat jujur, semangat tulus, dan benih-benih karakter yang, suatu hari nanti, akan berbuah menjadi pemain-pemain hebat sekaligus manusia-manusia yang lebih baik.

Dan untuk itu, tidak ada stadion yang terlalu besar, tidak ada latihan yang terlalu keras, dan tidak ada mimpi yang terlalu tinggi.

 

“TETAP SEMANGAT DAN TERUS BELAJAR”

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Maskot biMBA AIUEO SS
⚽ Daftar Sekarang!