19 Oktober 2025 – Hari Minggu menjadi saksi perjuangan tiga kelompok usia dari biMBA AIUEO SS di lanjutan Top Soccer Championship 2025.
Meski belum mampu mencatatkan kemenangan, semangat juang dan perkembangan permainan para pemain muda menjadi sorotan positif yang terus dibangun oleh jajaran pelatih.
Tim U-13 harus mengakui keunggulan Young Warrior dengan skor 0–2 di Lapangan GITET3 PLN Depok.
Sementara U-14 menahan imbang Bina Banua 0–0 di Lapangan Kehakiman, Gunung Sindur, dan U-15 juga berbagi angka 0–0 saat berhadapan dengan Bogor FS di Lapangan Trisakti Nagrak.
Tiga hasil berbeda lokasi, satu kesimpulan yang sama: hasil belum maksimal, tapi proses pembinaan berjalan positif.
⚽ U-13: Kalah 0–2 dari Young Warrior, tapi Mental Bertanding Terasah

“Kekalahan bukan akhir, melainkan bahan bakar untuk bangkit.”
Pertandingan kategori U-13 biMBA AIUEO SS di Lapangan GITET3 PLN Depok mempertemukan mereka dengan Young Warrior, tim yang dikenal dengan pressing tinggi dan kecepatan serangan balik.
Sejak menit awal, skuad muda biMBA yang diasuh Coach Abay mencoba memainkan bola pendek dari kaki ke kaki, namun tekanan agresif lawan memaksa mereka beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya.
Gol pertama Young Warrior tercipta di pertengahan babak pertama lewat situasi serangan balik cepat. Bek biMBA terlambat menutup ruang, dan bola muntah berhasil dimanfaatkan menjadi gol pembuka.
Di babak kedua, biMBA berusaha bangkit dengan mengandalkan Rafli dan Alvino di lini depan, namun serangan mereka sering kandas di sepertiga akhir.
Menit ke-47, Young Warrior menambah keunggulan lewat bola mati — sundulan striker lawan tak mampu dijangkau oleh kiper Daffa. Skor akhir 0–2 menutup laga.
“Kami kalah karena kesalahan kami sendiri di awal pertandingan. Tapi yang penting anak-anak berjuang sampai peluit akhir,” ujar Coach Abay usai pertandingan.
“Mereka masih belajar memahami situasi tekanan. Kekalahan seperti ini justru membuat mereka lebih kuat.”
Walau kalah, beberapa penampilan individu patut diapresiasi. Farhan, sang kapten, tampil disiplin di lini belakang dan tak henti memberikan arahan kepada rekan-rekannya. Daffa melakukan empat penyelamatan krusial yang mencegah skor lebih besar.
🔍 Analisis Pertandingan U-13
-
Kelebihan: semangat dan mental bertarung tetap terjaga.
-
Kelemahan: transisi bertahan ke menyerang terlalu lambat.
-
Taktik lawan: pressing ketat di lini tengah membuat build-up biMBA terhambat.
-
Perbaikan: latihan komunikasi antar lini, serta pengambilan keputusan di area sendiri.
Coach Abay menegaskan bahwa kekalahan bukan akhir, melainkan titik belajar.
“Kami tidak mencari hasil instan. Yang saya mau, anak-anak paham arti tanggung jawab di lapangan. Skor bisa kalah, tapi kalau karakter menang, itu jauh lebih penting.”
🟡 U-14: Tahan Imbang Bina Banua 0–0, Pertahanan Kokoh Tapi Serangan Tumpul

“Solid di belakang, tapi belum cukup berani menusuk.”
Di Lapangan Kehakiman, Gunung Sindur, tim U-14 biMBA AIUEO SS tampil lebih disiplin dan matang secara struktur permainan. Menghadapi tim kuat Bina Banua, anak-anak asuhan Coach Rifki menguasai penguasaan bola hingga 58% namun gagal mencetak gol.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Bina Banua tampil menunggu dan rapat di area pertahanan, sementara biMBA mencoba mengatur ritme lewat kombinasi lini tengah antara Raka, Aldy, dan Farel.
Beberapa peluang tercipta di babak pertama, salah satunya lewat tembakan jarak jauh Raka yang ditepis kiper lawan. Namun hingga turun minum, skor tetap 0–0.
Di babak kedua, Coach Rifki mencoba variasi serangan dengan menambah kecepatan di sayap melalui Keano. Beberapa peluang lahir, tetapi minim penyelesaian akhir yang efektif.
Kedisiplinan lini belakang menjadi catatan positif — duet Raihan dan Iqbal menjaga pertahanan tetap solid sepanjang laga.
“Kami bermain cukup baik dalam penguasaan bola, tapi terlalu hati-hati di area depan,” ujar Coach Rifki.
“Anak-anak harus belajar bahwa untuk menang, kita butuh keberanian mengambil risiko — bukan hanya menjaga bola.”
Pemain tengah Raka menambahkan,
“Kami frustrasi karena peluang sudah ada. Tapi kami tahu hasil imbang ini bukan akhir, justru awal untuk bermain lebih agresif.”
🔍 Analisis Pertandingan U-14
-
Kelebihan: organisasi pertahanan membaik, komunikasi antar pemain bagus.
-
Kelemahan: kurang variasi serangan; minim penetrasi ke area lawan.
-
Statistik: 6 peluang diciptakan, 2 on target, 58% ball possession.
-
Peluang perbaikan: latihan finishing dan variasi build-up cepat.
Coach Rifki mengakui bahwa hasil 0–0 bukan buruk, tapi belum cukup untuk tim yang menargetkan posisi atas klasemen.
“Imbang tanpa kebobolan bagus untuk pertahanan. Tapi sepak bola dimenangkan dengan gol. Itu tugas kami untuk memperbaiki minggu ini.”
🔵 U-15: Dominan Tapi Tanpa Gol, BiMBA AIUEO SS Ditahan Bogor FS

“Kontrol ada, efektivitas tidak.”
Pertandingan terakhir hari itu mempertemukan biMBA AIUEO SS U-15 melawan Bogor FS di Lapangan Trisakti Nagrak.
Skuad asuhan Coach Doreis tampil dominan hampir di sepanjang laga, namun minim penyelesaian akhir membuat kemenangan kembali lepas.
Dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel, biMBA mencoba menekan sejak awal melalui sayap cepat Naufal dan Fadli, dibantu gelandang serang Aqil.
Namun pertahanan Bogor FS tampil rapat dan disiplin, memaksa biMBA berkali-kali mencoba dari luar kotak penalti.
Menit ke-35, peluang emas datang saat umpan silang Fadli disambut tandukan Aqil — hanya melenceng tipis di sisi kanan gawang.
Di babak kedua, Coach Doreis menambah intensitas serangan dengan memainkan Arkan untuk memperkuat lini tengah. Dominasi tetap milik biMBA, tapi Bogor FS sesekali membalas lewat counter cepat.
Momen paling dramatis terjadi di menit ke-67 saat tendangan bebas Aqil membentur mistar gawang.
Skor tetap 0–0 hingga peluit akhir.
“Kami tampil dominan, tapi dominasi tanpa gol tidak berarti banyak,” ujar Coach Doreis.
“Anak-anak harus belajar mengonversi peluang jadi hasil. Secara permainan saya puas, tapi efektivitas masih jauh dari ideal.”
Pemain sayap Naufal juga berbagi perasaan campur aduk,
“Kami bermain bagus, tapi golnya tak datang. Kadang sepak bola memang seperti itu. Tapi kami yakin, di laga berikutnya kami akan mencetak gol.”
🔍 Analisis Pertandingan U-15
-
Kelebihan: penguasaan bola 61%, struktur build-up rapi.
-
Kelemahan: finishing lemah, keputusan akhir lambat.
-
Statistik: 7 tembakan (3 on target), 5 peluang gagal.
-
Fokus latihan: latihan finishing dalam tekanan & koordinasi lini depan.
Coach Doreis menegaskan bahwa fokus pekan depan adalah “keberanian mengambil keputusan”.
“Saat punya ruang, tembak. Saat lihat teman kosong, umpan cepat. Jangan menunggu sempurna — sepak bola adalah permainan detik, bukan menit.”
📊 Rangkuman Hasil Pekan Kedua
| Kategori | Lawan | Skor | Lokasi | Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| U-13 | Young Warrior | 0–2 | GITET3 PLN Depok | Kalah | Kelelahan di awal, adaptasi kurang cepat |
| U-14 | Bina Banua | 0–0 | Kehakiman GN Sindur | Imbang | Solid bertahan, serangan belum tajam |
| U-15 | Bogor FS | 0–0 | Trisakti Nagrak | Imbang | Dominan tapi gagal konversi peluang |
📈 Statistik Gabungan Pekan Kedua
| Aspek | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Gol dicetak | 0 | Fokus latihan utama pekan ini |
| Gol kebobolan | 2 | Seluruhnya dari U-13 |
| Clean sheet | 2 | Diraih U-14 dan U-15 |
| Total penguasaan bola | 56% | Positif: tim berani menguasai permainan |
| Tembakan ke gawang | 10 | Hanya 3 yang on target |
| Peluang emas | 6 | Semua gagal dimanfaatkan |
| Kartu kuning/merah | 0 | Sportivitas tinggi |
| Penyelamatan penting | 7 | Kiper tampil baik di semua kategori |
🧠 Catatan Teknis & Evaluasi
Pelatih kepala dari masing-masing kategori telah melakukan evaluasi bersama di markas pelatihan biMBA AIUEO SS pada Senin pagi (20/10).
Beberapa kesimpulan penting muncul dari pertemuan tersebut:
-
Mental & Fokus Awal Pertandingan
– U-13 kehilangan konsentrasi di awal laga, perlu latihan simulasi “kick-off high pressure”. -
Finishing & Kombinasi Serangan
– U-14 dan U-15 mendominasi, namun belum efisien di depan gawang. Latihan khusus penyelesaian akhir akan jadi prioritas minggu ini. -
Komunikasi Antar Lini
– Pemain masih cenderung bermain individual. Latihan positional game (passing + komunikasi) akan diterapkan serentak di semua usia. -
Adaptasi Lapangan & Kondisi Fisik
– Perbedaan kondisi lapangan (rumput, cuaca, ukuran) memengaruhi permainan. Program adaptasi lokasi akan dimasukkan ke jadwal latihan.
“Kami sudah di jalur benar. Tinggal bagaimana kita menyempurnakan detail kecil. Sepak bola usia muda adalah tentang disiplin dan pembiasaan,” ujar Coach Doreis, mewakili tim pelatih senior biMBA AIUEO SS.
🧩 Perspektif Manajemen: Pembinaan Adalah Prioritas
Direktur Teknik Coach Heri Wibowo memberikan pandangan optimis terhadap progres ketiga tim.
Menurutnya, hasil pekan kedua bukan cerminan kegagalan, melainkan indikasi proses yang berjalan sehat.
“Kita tidak hanya membentuk pemain, tapi juga karakter. Mereka belajar tanggung jawab, kerjasama, dan cara menghadapi tekanan,” ujarnya.
“Hasil 0–2, 0–0, 0–0 bukan sesuatu yang buruk jika mereka tumbuh dari sana.”
Program evaluasi mingguan yang diterapkan biMBA AIUEO SS meliputi tiga aspek utama:
-
Teknis: passing, kontrol, dan posisi.
-
Taktis: transisi dan pengambilan keputusan.
-
Mental: semangat, komunikasi, dan sikap saat tertinggal.
🔮 Target dan Harapan di Pekan Ketiga
Menatap pekan ketiga, jajaran pelatih menargetkan dua kemenangan dan minimal tiga gol tercipta.
Latihan fokus pada finishing drills, transisi cepat, dan game simulation dilakukan tiga kali dalam seminggu.
“Kami ingin anak-anak bermain lepas. Tidak takut kalah, tapi lapar menang,” ujar Coach Rifki, menutup sesi latihan Selasa pagi.
Kapten U-15 Arkan juga menyuarakan semangat timnya,
“Kami tahu kami bisa lebih baik. Pekan depan, kami main untuk menang dan untuk biMBA.”
🏁 Penutup: Dari Kekalahan Menuju Kedewasaan
Pekan kedua Top Soccer Championship 2025 memang belum memberikan hasil maksimal bagi biMBA AIUEO Soccer School. Namun di balik skor yang kering, ada banyak kemajuan: kedisiplinan meningkat, komunikasi membaik, dan semangat juang tidak pudar.
Kekalahan dan hasil imbang adalah bagian dari kurikulum pembinaan.
Setiap menit di lapangan adalah pelajaran.
Dan setiap pelatih — Coach Abay, Coach Rifki, Coach Doreis — telah menunjukkan bagaimana kesabaran, evaluasi, dan keyakinan bisa membentuk fondasi kuat bagi masa depan sepak bola muda biMBA AIUEO SS.
“Kita tidak akan selamanya seri dan kalah,” tutup Coach Doreis.
“Cepat atau lambat, kerja keras ini akan berubah jadi kemenangan.”
🗂️ Ringkasan Akhir Pekan Kedua Top Soccer Championship 2025
| Kategori | Lawan | Skor | Lokasi | Pelatih | Catatan Kunci |
|---|---|---|---|---|---|
| U-13 | Young Warrior | 0–2 | GITET3 PLN Depok | Coach Abay | Perlu perbaikan transisi dan komunikasi pertahanan |
| U-14 | Bina Banua | 0–0 | Kehakiman GN Sindur | Coach Rifki | Kuat bertahan, lemah di penyelesaian akhir |
| U-15 | Bogor FS | 0–0 | Trisakti Nagrak | Coach Doreis | Dominasi permainan, kurang efektif di depan gawang |
📊 Rekap Statistik Umum
-
Total pertandingan: 3
-
Menang: 0
-
Imbang: 2
-
Kalah: 1
-
Gol dicetak: 0
-
Gol kebobolan: 2
-
Clean sheet: 2
-
Rata-rata penguasaan bola: 56%
-
Total peluang tercipta: 10
-
On target: 3
-
Kartu: 0 (sportivitas tinggi)
“TETAP SEMANGAT DAN TERUS BELAJAR”





