biMBA-AIUEO Soccer School

HASIL PIALA SOERATIN 2025 : biMBA AIUEO SS U-13 & U-15 LOLOS 8 BESAR, AZIZ & ADU PENALTI JADI PENENTU

Jakarta – Piala Soeratin selalu menjadi panggung bergengsi bagi bibit-bibit muda sepak bola Indonesia. Turnamen yang digelar setiap tahun ini bukan hanya kompetisi, melainkan juga ajang pembuktian. Di sinilah bakat-bakat muda diuji, ditempa, dan disiapkan untuk masa depan. Tahun 2025 pun tak terkecuali: persaingan ketat terjadi di setiap kategori usia, dari U-13 hingga U-17.

Di tengah hiruk pikuk itu, biMBA AIUEO SS kembali mencuri perhatian. Dua tim mereka, yaitu U-13 dan U-15, sama-sama memastikan langkah ke babak 8 besar (perempat final) setelah melewati laga dramatis di babak 16 besar.

  • Tim U-15 menang tipis 1-0 atas Babek SS di Lapangan Ingub Klender, Rabu (20/8/2025), lewat gol tunggal Aziz.

  • Tim U-13 melaju setelah melalui drama adu penalti melawan Forsgi FA di Lapangan Ingub Kemanggisan, Kamis (21/8/2025). Skor imbang 1-1 di waktu normal, lalu dimenangkan biMBA dengan skor 5-4 lewat tos-tosan.

Kedua hasil ini bukan hanya tentang skor, melainkan juga tentang mental, kerja sama tim, dan doa orang tua yang mengiringi setiap langkah mereka.


Jejak Perjalanan Menuju 16 Besar

U-15: Konsistensi Sejak Babak Grup

Tim U-15 biMBA AIUEO SS memulai langkah di Piala Soeratin dengan performa meyakinkan. Di fase grup, mereka mampu menjaga konsistensi, meraih kemenangan demi kemenangan, dan lolos sebagai salah satu tim dengan produktivitas gol tinggi.

Pelatih Coach Doreis selalu menekankan pentingnya kedisiplinan taktik. Lini tengah jadi kekuatan utama mereka, dengan trio gelandang yang mampu mengalirkan bola dengan sabar namun juga bisa langsung mengirim umpan vertikal cepat.

U-13: Mental Baja Sejak Awal

Bagi tim U-13, perjalanan lebih berliku. Beberapa laga di fase grup berlangsung ketat, bahkan sempat menahan napas hingga menit-menit akhir. Namun, anak-anak usia belia ini justru menunjukkan mental luar biasa. Mereka tak pernah menyerah, bahkan ketika tertinggal lebih dulu.

Menurut Coach Doreis, karakter pantang menyerah inilah yang menjadi modal besar saat menghadapi Forsgi FA di babak 16 besar.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka masih sangat muda, tapi sudah punya mental kuat. Setiap pertandingan kami tekankan: jangan takut kalah, yang penting berjuang habis-habisan,” ujarnya.


Duel U-15 vs Babek SS: Aziz Jadi Pembeda

Babak Pertama: Tekanan Berimbang

Pertandingan di Lapangan Ingub Klender berlangsung sore hari dengan cuaca cukup terik. Kedua tim bermain ngotot sejak awal. Babek SS mencoba mendominasi dengan pressing tinggi, sementara biMBA AIUEO SS lebih sabar menunggu celah.

Beberapa peluang sempat tercipta. Raka hampir membuka keunggulan lewat sundulan di menit ke-20, namun bola masih melebar tipis.

Gol Penentu

Di menit ke-37, momen yang ditunggu datang. Raka menerima bola di lini tengah, melihat Aziz berlari di celah pertahanan lawan, lalu melepaskan umpan terobosan manis. Aziz yang lolos dari jebakan offside langsung menendang bola keras ke sudut gawang. 1-0!

Gol itu langsung memantik sorak-sorai suporter biMBA di pinggir lapangan.

Babak Kedua: Bertahan dengan Disiplin

Babek SS mencoba membalas dengan serangan sporadis. Beberapa kali gawang biMBA terancam, namun kiper Ropi tampil gemilang. Dua kali ia melakukan penyelamatan refleks yang membuat lawan frustrasi.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-0. BiMBA U-15 pun memastikan tiket ke perempat final.

“Aziz memang cetak gol, tapi ini hasil kerja kolektif. Semua pemain sudah menjalankan instruksi dengan baik. Kami bangga,” ucap Coach Doreis.


Duel U-13 vs Forsgi FA: Adu Penalti yang Menegangkan

Babak Pertama: Tertekan, Lalu Bangkit

Forsgi FA tampil agresif sejak menit awal dengan pressing tinggi. Namun justru biMBA AIUEO SS berhasil unggul lebih dulu melalui gol Keenan, yang memanfaatkan bola liar di depan gawang dan menuntaskannya dengan tenang menjadi 1-0.

Forsgi FA tidak tinggal diam. Mereka terus menekan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan striker utama setelah memanfaatkan skema bola mati. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga akhir waktu normal.

Adu Penalti: Semua Eksekutor biMBA AIUEO SS Sukses

Saat waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1, laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Di momen krusial itu, seluruh penendang biMBA AIUEO SS tampil penuh percaya diri. Dari penendang pertama hingga terakhir, mereka mengeksekusi bola dengan sempurna tanpa ada yang meleset.

Ketegangan pecah ketika giliran penendang kelima. Raditya, yang dipercaya sebagai algojo penutup, melangkah mantap. Tendangannya keras dan terarah ke sisi kanan gawang, tak mampu dijangkau kiper Forsgi FA.

Sorakan bergemuruh di Lapangan Ingub Kemanggisan. Seluruh pemain, pelatih, dan orang tua langsung berlari merayakan kemenangan dramatis tersebut. BiMBA AIUEO SS memastikan tiket ke babak 8 besar dengan skor akhir 5-4.

“Alhamdulillah semua penendang bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Saya hanya fokus menutup penalti terakhir, dan ternyata berhasil. Kemenangan ini untuk tim,” ucap Raditya penuh haru usai pertandingan.


Suasana di Tribun: Doa dan Tangis Bahagia

Di dua laga tersebut, atmosfer tribun menjadi bagian penting. Orang tua dan keluarga pemain hadir dengan penuh semangat.

  • Di Ingub Klender, suporter bergemuruh setiap kali Aziz dan kawan-kawan berhasil merebut bola.

  • Di Ingub Kemanggisan, suasana lebih emosional. Beberapa orang tua tampak menutup mata saat adu penalti, sementara lainnya memeluk erat anak-anaknya setelah laga usai.

Sepak bola muda memang kerap menghadirkan cerita yang lebih tulus: tak ada gengsi besar, hanya semangat, air mata, dan mimpi.


Analisis Teknis: Apa yang Membuat biMBA AIUEO SS Istimewa?

  1. Disiplin Bertahan

    • U-15 sukses menjaga clean sheet melawan Babek SS.

    • U-13 tetap fokus meski tertinggal lebih dulu.

  2. Efektivitas Peluang

    • Gol Aziz tercipta dari peluang bersih yang dimaksimalkan dengan baik.

    • U-13 memanfaatkan bola liar sebagai gol penyeimbang.

  3. Mental Baja

    • Adu penalti adalah ujian mental, dan anak-anak U-13 melewatinya dengan berani.

    • U-15 tetap tenang meski ditekan lawan.

  4. Dukungan Eksternal

    • Peran orang tua dan suporter sangat terasa dalam memberi energi positif.


Profil Singkat Pemain Kunci

  • Kiki (U-15): Striker tajam, punya insting gol tinggi.

  • Aziz (U-15): Playmaker dengan visi permainan cerdas.

  • Ropi (U-15): Kiper yang tampil konsisten menjaga gawang.

  • Sukoy (U-13): Striker muda yang berani duel fisik.

  • Daffa (U-13): Kiper dengan refleks cepat, pahlawan di adu penalti.

  • Raditya (U-13): Eksekutor tenang, mental baja meski usianya masih belia.


Harapan di Babak 8 Besar

Perjalanan tentu belum usai. Lawan-lawan di babak perempat final akan lebih berat, tapi biMBA AIUEO SS sudah menunjukkan kualitas.

“Kami tidak ingin berhenti di sini. Anak-anak harus tetap rendah hati, disiplin, dan bekerja keras. Doakan kami bisa melangkah lebih jauh,” kata Coach Doreis.

Para pemain pun penuh keyakinan. Kapten U-15, Fathur, mengatakan:

“Kemenangan ini jadi motivasi. Kami percaya bisa bersaing sampai akhir.”

Dua kemenangan di babak 16 besar ini membuktikan bahwa biMBA AIUEO SS bukan sekadar sekolah sepak bola biasa. Mereka punya filosofi, kerja keras, dan semangat yang menular.

Kemenangan tipis U-15 dan drama adu penalti U-13 menjadi kisah indah yang akan dikenang. Namun yang lebih penting, kedua tim telah menunjukkan kepada semua orang bahwa masa depan sepak bola Indonesia ada di tangan generasi muda yang berani, disiplin, dan penuh mimpi.

“TETAP SEMANGAT DAN TERUS BELAJAR”

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Maskot biMBA AIUEO SS
âš½ Daftar Sekarang!