Jakarta – Sabtu, 4 Juli 2025 menjadi hari yang penuh dinamika bagi skuad muda biMBA AIUEO SS U17 saat mereka memulai perjalanan di Jakarta Barat Junior League U17 2025. Bertempat di Stadion Semanan, Jakarta Barat, pertandingan perdana ini menampilkan intensitas tinggi sejak menit pertama, berujung pada laga dramatis yang menghasilkan total lima gol.
Meski akhirnya harus menerima kekalahan tipis 2–3, para pemain biMBA AIUEO SS menunjukkan semangat juang luar biasa. Setelah sempat tertinggal dimenit awal pertandingan, mereka bangkit mencetak dua gol balasan dan menciptakan beberapa peluang emas hingga menit akhir.
Pertandingan dimulai tepat pukul 14.30 WIB di bawah cuaca cerah yang cukup terik. Pelatih Fadhil Maulana menurunkan formasi 4-3-3 dengan pressing menengah, berniat menjaga keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kedisiplinan bertahan.
Namun, sejak menit pertama, Binaan Palmerah tampil menekan. Mereka mengalirkan bola dengan cepat melalui sektor sayap, memaksa bek kanan biMBA bekerja ekstra keras mengantisipasi pergerakan pemain lawan.
Belum genap 2 menit pertandingan berjalan, gawang biMBA AIUEO SS sudah harus kebobolan lebih dulu.
Gol pembuka tercipta saat pertandingan bahkan belum genap dua menit berjalan. Binaan Palmerah memulai serangan cepat melalui sisi kiri lapangan. Winger mereka menerima umpan terobosan di dekat garis lapangan, melakukan akselerasi melewati pressing bek biMBA AIUEO SS, lalu mengirim umpan tarik mendatar ke jantung kotak penalti. Bola sempat membentur kaki bek tengah biMBA dan memantul liar. Dalam situasi yang membuat penjaga gawang sulit bereaksi, Satria Ferari berdiri tepat di jalur bola. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan, menyambar bola dengan tembakan kaki kanan mendatar yang meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang. Gol cepat ini langsung membuat Binaan Palmerah memimpin 1–0 dan memaksa biMBA harus segera menyesuaikan ritme permainan.
Meski sempat terguncang oleh gol cepat, biMBA AIUEO SS menunjukkan mental kebangkitan yang kuat. Mereka terus mencoba membangun serangan dari lini tengah, hingga akhirnya keberhasilan datang di menit ke-12. Berawal dari keberanian lini tengah biMBA merebut bola intercept, bola diarahkan cepat ke sisi kiri serangan. Muhammad Wafiardi menerima bola dengan kontrol dada yang sempurna, sebelum mengelabui satu bek lawan dengan gerakan akselerasi diagonal ke dalam kotak penalti. Saat seorang bek lain mencoba menutup ruang, Wafiardi melakukan cut inside yang membuat dua pemain belakang Binaan Palmerah tertinggal. Dalam posisi sudah seimbang untuk melepas tembakan, ia melepaskan tendangan kaki kanan keras yang mengarah ke sudut atas gawang. Bola menghujam jala tanpa sempat disentuh kiper, membuat skor berubah menjadi 1–1 dan memompa kepercayaan diri biMBA AIUEO SS.
Menjelang babak pertama usai, Binaan Palmerah berhasil kembali unggul melalui situasi bola mati yang dimaksimalkan dengan sangat baik. Pada menit ke-30, mereka memperoleh tendangan sudut dari sisi kanan lapangan. Sepak pojok dieksekusi tinggi ke tiang jauh, memaksa penjaga gawang biMBA bertahan di garis gawang. Bek tengah biMBA sempat melompat lebih dulu untuk menyundul bola, namun sundulannya tidak sempurna sehingga bola hanya memantul ke arah dalam kotak penalti. Dalam kerumunan pemain, Noufal Alfkaridlan lebih sigap bereaksi. Ia melompat tinggi, menyundul bola dengan daya dorong yang cukup kuat ke arah sudut atas gawang. Bola melewati jangkauan kiper dan bersarang di pojok jala, memastikan Binaan Palmerah menutup babak pertama dengan keunggulan 2–1.
Memasuki babak kedua, Binaan Palmerah kembali menggebrak dengan gol cepat yang memperlebar jarak keunggulan mereka. Baru tiga menit babak kedua berjalan, serangan cepat dari lini tengah mereka membuahkan hasil. Seorang gelandang Binaan Palmerah melihat celah terbuka di antara dua bek tengah biMBA yang sedikit naik terlalu jauh, lalu melepaskan umpan terobosan mendatar yang sempurna membelah garis pertahanan. Aditya Galan Al Farizky melakukan sprint tanpa kawalan dan berhasil lolos dari jebakan offside. Saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang, Aditya menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia tidak terburu-buru menendang, melainkan melakukan placing kaki kanan perlahan namun sangat akurat ke sisi kiri gawang. Kiper yang sudah terlanjur menjatuhkan badan tak mampu menghalau bola. Gol di menit ke-33 ini membuat skor berubah menjadi 3–1, dan sejenak membuat biMBA berada dalam tekanan berat.
Tim biMBA AIUEO SS pantang menyerah dan justru bermain semakin agresif meski tertinggal dua gol. Setelah menekan habis-habisan sepanjang pertengahan babak kedua, mereka akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-50. Serangan bermula dari kombinasi satu-dua di sisi kanan yang diakhiri oleh overlap bek kanan biMBA. Bek tersebut melepaskan crossing mendatar yang meluncur cepat ke area kotak penalti. Bola sempat mengenai kaki bek Binaan Palmerah dan memantul tak sempurna, jatuh tepat di jalur lari Hafizh Risdian yang bergerak masuk ke dalam kotak enam belas meter. Hafizh menunjukkan ketenangan luar biasa dalam situasi krusial. Ia melakukan kontrol satu sentuhan untuk menjauhkan bola dari jangkauan kiper, kemudian melepaskan tembakan kaki kiri mendatar yang meluncur ke sudut bawah gawang. Gol ini membuat skor berubah menjadi 2–3 dan kembali membuka harapan biMBA untuk menyamakan kedudukan di sisa 10 menit terakhir.
Pelatih Dedy Doreis menyatakan kebanggaannya atas mental tim meski kalah tipis:
“Gol cepat di menit 2 dan gol tambahan di menit 30 serta 33 sangat merugikan kami. Tapi kebangkitan di babak kedua menunjukkan karakter kuat. Ini jadi bekal positif untuk pertandingan berikutnya.”
Kapten tim berkata:
“Kami sudah berjuang habis-habisan. Setelah tertinggal 1-3, kami masih bisa cetak gol kedua. Rasanya kami pantas minimal imbang, tapi sepak bola memang kejam.”
Muhammad Wafiardi menambahkan:
“Gol saya hasil kerja tim. Kami belum puas. Kami ingin memperbaiki start pertandingan supaya tidak kebobolan cepat lagi.”
Meski hasil pertandingan pertama Jakarta Barat Junior League U17 ini belum sesuai harapan, biMBA AIUEO SS pulang dengan kepala tegak. Mereka menunjukkan bahwa saat tertinggal sekalipun, semangat pantang menyerah tetap menyala.
Dua gol balasan menjadi bukti potensi besar tim muda ini untuk bersaing di kompetisi.
Hari ini kalah, besok waktunya bangkit.
“TETAP SEMANGAT DAN TERUS BELAJAR”





